Archive

Archive for the ‘Opinion’ Category

Liputan pasca gempa Pangalengan – Tasik

September 23, 2009 wiranurmansyah 3 comments

Allahuakbar. Sulit juga membayangkan foto-foto di bawah ini terjadi ‘hanya’ kurang dari satu menit setelah kondisi normal. Berikut adalah hasil photo assignment saya bareng om shiddieq dari yayasan satu untuk jabar. Lokasi di pangalengan dan tasikmalaya.  Semoga dengan melihat foto – foto ini kita segera bertaubat kepada Allah SWT agar tidak diberi ‘peringatan’ yang lebih besar. Berikut sebagian dari liputan :

sekolah yang hancur karena gempa

sekolah yang hancur karena gempa

Read more…

Categories: My Photograph, Opinion

Mencermati perbedaan karakter fotografi Indonesia dan luar negeri

March 9, 2009 wiranurmansyah 18 comments

Fotografi di Indonesia telah mengalami peningkatan semenjak tahun – tahun sebelumnya. Fotografi yang dahulu menjadi barang mewah, sekarang menjadi hal yang “biasa” saja. Lihat saja sekarang hampir setiap handphone mempunyai kamera. Dan tidak aneh kalau melihat anak SMP sudah bawa – bawa DSLR :) .

Semakin banyaknya fotografer bermunculan dengan karakter foto yang berbeda – beda membuat saya ingin lebih mengetahui lebih jauh. Dan setelah saya perhatikan, karakter foto yang dihasilkan di negeri kita ini cenderung ‘ceria’, kalau tidak mau dibilang ‘dangdut’ :D . Orang – orang kita lebih menyukai warna yang saturated (baca:ngejreng!) dan berkontras tinggi. Tetapi kadang – kadang kalau saya perhatikan kebanyakan malah ‘oversaturated’.

Fotografer.net - portal fotografi Indonesia

Fotografer.net - portal fotografi Indonesia

Read more…

Categories: Opinion Tags: , , , ,

Kemiskinan di bawah kemajuan teknologi

Sudah selayaknya mahasiswa menjadi salah satu bagian dari masyarakat. Karena mahasiswa itu sendiri adalah salah satu elemen masyarakat. Terlepas dari itu semua, dalam kehidupan sehari – hari saya melihat tidak begitu kenyataannya. Setidaknya itu yang saya rasakan dalam lingkungan saya di salah satu kampus di Bandung, Intstitut Teknologi Telkom ( dulu STT Telkom). Mahasiswa sepertinya mempunyai gap tersendiri dengan masyarakat. Ditandai dengan kos-kosan yang sangat megah berdiri tegak. Jangan kaget jika anda berjalan – jalan sekitar kampus, bangunan – bangunan yang bisa dibilang mempunyai tingkat arsitektur yang bisa dibilang lumayan hebat. Ironis sekali jika kita sedikit melihat disebelahnya, rumah masyarakat yang kalau kita lihat pasti akan langsung tahu bahwa itu belum layak disebut rumah. Gubug lebih tepat mungkin :) . Bahkan kalau kita telusuri lebih dalam, makin banyak yang akan kita temukan. Mudah – mudahan para mahasiswa lebih cepat tanggap terhadap hal ini, terlebih lagi dari pihak kampus sendiri. Kalau tidak segera diatasi, hal – hal buruk yang pernah terjadi seperti penjambretan akan terulang kembali. Semoga kampus tidak hanya menjadi sebuah kampus teknologi yang buta akan lingkungan sekitarnnya. Go and create our Dayeuhkolot Cybertech Valley !

Categories: Opinion